Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lebak Sukses Dalam Gelaran Seba Baduy dan 60 Persen Wisata Indonesia Berbasis Budaya

Terbaru422 Dilihat

BANTEN – KABARDAERAH.COM

Lebak – Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Lebak dinilai sukses dalam gelaran Seba Baduy di Lebak tahun 2025. hingga saat ini, dan perlu diketahui sebanyak 60 persen produk pariwisata Indonesia berbasis budaya, termasuk kearifan lokal di dalamnya sehingga sangat disegani dan dihormati dunia.

Masyarakat Baduy Menggelar Upacara Seba atau persembahan ungkapan rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi dalam setahun untuk diserahkan kepada “Bapak Gede” atau Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asydiki Jayabaya di Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (2/5/2025)

Imam Rismahayadin Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lebak mengatakan,”Seba Baduy tahun 2025 merupakan Seba Baduy yang sangat spesial, mengapa spesial?, karena tahun ini selain harmonisasi visi misi baru dengan pemimpin baru mulai dari Presiden RI bapak Prabowo dan Wapres Mas Gibran, Gubernur Banten Pak Andra Soni dan Wagub Pak Dimyati, juga Bupati Lebak Bapak H. Mohamad Hasbi Asyidiqi Jayabaya dan Bapak Wakil Bupati Lebak bapak H. Amir Hamzah,” Katanya.

Lebih lanjut, Implementasi Asta Cita dan juga Lebak Ruhay salah satunya terkait Ketahanan Pangan sangat relevan dengan apa yg dilakukan oleh Masyarakat Adat Baduy dalam berkehidupan yaitu melestarikan alam Mari Jaga Alam dan Alam Inshaallah akan Menjaga Kita. Selain hal tersebut helatan Seba Baduy 2025 di Kabupaten Lebak bekerjasama dengan Paguyuban Sumedang Larang Banten yang merupakan saudara adat Sunda dalam menjaga tradisi dan harmonisasi tradisi agar selalu lestari di tengah kemajuan zaman yg sangat cepat, jati diri adat budaya merupakan pertahanan dalam menjaga keutuhan negara kesatuan RI, Terang Kadis Pariwisata.

“Hal ini yang kita kemas dalam gelaran Seba Baduy agar semua elemen masyarakat tahu dan sadar akan pentingnya menjaga adat dan tradisi di tengah modernisasi, dan hal ini disambut baik oleh dunia Internasional dengan hadirnya 18 duta besar negara sahabat di Seba Baduy tahun ini,” pungkasnya.

Duta Besar yang hadir diantaranya:
1. Muhammad Barom jerdi dubes Iran
2. Ms .Pphoneken Sandarong dubes Laos
3. Mr. Kang slye Sons  DPR Korea
4. Ms meskerm Shitersaw Ethnopian embassy
5. Ms Voneskhang Konsulat laos embassy
6. Nardin Purnamo Mauritius
7. nael Mahmud kedutaan Palestine
8. Taher Ahmad Palestine
9. TANYA DYMITROVA Bulgaria
10. Elarus Gerasioma Belarus
11. Yasin M Ali kedutaan Sudan
12. So kumg Embays Korea utara
13. Remade subagio Jerman
14. Khulan Mongolia
15. Xie Jhang Wei China To Asean
16. Yang zhijun china to asean
17. Zhang xia china to asean
18. So kwang han Dpr Korea

Karena hingga kini kekayaan budaya itu masih dijaga, dilestarikan dan dipelihara, oleh karena itu potensi pariwisata Indonesia itu disumbang oleh kekayaan budaya dan kearifan lokal sekitar 60 persen juga, selebihnya adalah kekayaan alam 35 persen dengan 17 ribu lebih pulau dan bentangan laut yang lebih luas dan darat, serta lima persen wisata buatan.

Salah satu potensi produk pariwisata itu adalah Perayaan Seba oleh masyarakat Baduy, Perayaan Seba itu bukan hanya dijadikan tontonan, tetapi memiliki makna untuk mengingatkan kepada masyarakat agar menjaga dan melestarikan alam.

Pemprov Banten berikan layanan kesehatan gratis peserta Seba Baduy, dalam agenda itu, tetua masyarakat Baduy selalu mengingatkan kepada pemerintah daerah untuk menjaga 53 gunung di Kabupaten Lebak agar tidak rusak.

Selama ini masyarakat Baduy memberikan kontribusi besar untuk menjaga alam dan merawat serta melestarikan perayaan Seba yang dilaksanakan masyarakat Baduy merupakan nilai – nilai budaya yang harus dijaga, dirawat dan dipelihara karena bisa mendatangkan wisatawan.

Tetua adat Baduy Tanggungan 12 jaro Saidi Putra mengatakan masyarakat Baduy hingga kini konsisten untuk menjaga, merawat, memelihara dan melestarikan nilai-nilai budaya. Salah satunya adalah Perayaan Seba yakni sebuah budaya untuk menjalin keharmonisan antara masyarakat Baduy dengan pemerintah daerah sehingga dapat memperkuat persatuan.

Tren wisata 2025 meliputi keunikan budaya hingga Alam perayaan Seba 2025 dihadiri sebanyak 1.769 orang terdiri dari kelompok Baduy Luar yang mengenakan busana hitam dan ikat kepala tradisional (lomar) biru dan 100 kelompok Baduy Dalam mengenakan busana putih dan “lomar” putih.

Masyarakat Baduy setiap tahunnya menggelar Perayaan Seba sebagai ungkapan rasa syukur dengan membawa hasil bumi dalam setahun kepada kepala daerah.”Kami berharap masyarakat Baduy yang bercocok tanam di ladang dapat hidup sejahtera dengan peningkatan ekonomi,” katanya.

Sementara itu, Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki mengatakan pemerintah daerah melestarikan nilai-nilai budaya masyarakat Baduy dengan perayaan Seba yang digelar setiap tahun.”Perayaan Seba itu diharapkan terwujudnya saling tolong menolong dan saling membantu di tengah kehidupan masyarakat,” katanya.

Perayaan Seba, biasanya dilaksanakan setelah “Upacara Kawalu” yaitu masa bertapa atau menyepi selama tiga bulan oleh masyarakat Baduy Dalam.Setelah itu, mereka berjalan kaki puluhan kilometer dari Kanekes menuju pusat pemerintahan di Rangkasbitung (kabupaten) dan terkadang hingga ke Serang (provinsi).

Nilai-nilai yang dijunjung dalam Seba adalah tiga hal utama yakni pertama, kesederhanaan karena masyarakat tetap mengenakan pakaian adat dan menolak kendaraan modern.

Dalam gelaran Seba Baduy tersebut berdampak positif dalam menarik Wisatawan domestik dan mancanegara, dan masyarakat Lebak sangat terhibur dan mendapatkan edukasi terkait khasanah budaya bangsa tentang kearifan lokal.

“Semoga ke depan acara Seba Baduy ke depan lebih meriah lagi dengan menghadirkan tokoh – tokoh budaya nasional,” ungkap warga Lebak. (Yans)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *