LSM Harimau dan Media Kabar Daerah Apresiasi Revitalisasi Sejumlah Sekolah di Sukaresmi dan Patia

Daerah, Nasional97 Dilihat

PANDEGLANG , Risetnews.com

Program revitalisasi dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) di sejumlah sekolah di Kecamatan Sukaresmi dan Patia, Kabupaten Pandeglang, mendapat apresiasi dari sejumlah elemen masyarakat.

Apresiasi tersebut disampaikan Ketua DPAC LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau) Kecamatan Sukaresmi, Jejen Jaenudin, bersama sejumlah elemen masyarakat, Jumat (25/9/2026).

Sejumlah sekolah yang menjadi penerima program tersebut antara lain SDN Pasirkadu 1, SDN Turus 2, SDN Turus 4, SDN Sidamukti 4, dan SDN Sukaresmi 1.

Jejen menilai revitalisasi sarana pendidikan tidak semestinya hanya dilihat sebagai pembangunan fisik. Menurutnya, penyediaan ruang belajar yang layak merupakan bagian dari upaya jangka panjang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Sekolah bukan sekadar tempat berdirinya ruang kelas. Di sanalah masa depan manusia sedang dibentuk. Karena itu, revitalisasi pendidikan harus dipandang sebagai investasi peradaban, bukan sekadar pembangunan infrastruktur,” ujar Jejen.

 

Ia mengatakan, fasilitas pendidikan yang memadai turut mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik.

“Ketika negara memperbaiki ruang belajar, sesungguhnya negara sedang memperkuat salah satu fondasi masa depannya. Anak-anak hari ini adalah manusia yang kelak menentukan arah masyarakat,” katanya.

 

Masyarakat Diminta Ikut Mengawal

Apresiasi serupa disampaikan Armin, yang juga bergabung dalam Ormas Gaib 212. Ia menilai peningkatan sarana dan prasarana sekolah merupakan langkah positif karena lingkungan pendidikan menjadi salah satu bagian yang mendukung proses pembelajaran.

“Kami melihat program ini sebagai langkah positif. Pendidikan membutuhkan ruang yang layak, sebab kualitas pembelajaran tidak dapat dilepaskan dari lingkungan tempat anak-anak menuntut ilmu,” tutur Armin.

 

Menurutnya, masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal pelaksanaan pembangunan agar manfaat program benar-benar dirasakan sekolah, peserta didik, dan masyarakat.

Sementara itu, Ramdan mengingatkan agar pembangunan fasilitas pendidikan tidak berhenti pada berdirinya bangunan baru. Infrastruktur pendidikan, kata dia, perlu diiringi pemeliharaan fasilitas, peningkatan mutu pembelajaran, serta keterlibatan masyarakat.

“Bangunan adalah wadah, sedangkan pendidikan adalah ruhnya. Keduanya harus berjalan bersama agar setiap bantuan tidak berhenti sebagai proyek fisik, tetapi menjadi manfaat yang berkelanjutan,” ujar Ramdan.

 

Media Dorong Transparansi Pembangunan

Di tempat yang sama, Kabiro Media Kabar Daerah, Andry Prayoga, turut menyampaikan apresiasi terhadap program revitalisasi dan pembangunan sarana pendidikan tersebut.

Menurut Andry, perhatian terhadap peningkatan fasilitas sekolah merupakan langkah yang patut diapresiasi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih layak.

“Sebagai insan media, kami tentu mengapresiasi setiap program pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Revitalisasi sekolah bukan hanya memperbaiki bangunan, tetapi juga memberikan ruang belajar yang lebih layak bagi generasi penerus,” ujar Andry.

 

Ia menambahkan, media memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus mendorong keterbukaan dan partisipasi publik dalam mengawal berbagai program pembangunan.

“Kami berharap program ini dapat dilaksanakan dengan baik, tepat sasaran, transparan, serta memberikan manfaat yang benar-benar dirasakan oleh sekolah, para guru, peserta didik, dan masyarakat sekitar,” katanya.

 

Jejen menegaskan, LSM Harimau bersama elemen masyarakat akan terus memberikan perhatian terhadap perkembangan sektor pendidikan di Kecamatan Sukaresmi dan wilayah sekitarnya.

Ia menilai pembangunan sekolah memiliki dimensi yang lebih luas daripada sekadar pembangunan fisik. Sekolah merupakan ruang sosial tempat pengetahuan, karakter, dan masa depan generasi dibentuk.

“Dalam perspektif hukum dan kepentingan publik, pembangunan yang baik bukan hanya yang selesai secara administratif, melainkan yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata bangunan yang berdiri, tetapi masa depan yang mampu dibangun melalui bangunan tersebut,” pungkas Jejen.

 

Andry/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *