Bangunan Irigasi di Desa Tanjungwangi Ambrol? Ada Apa Dengan Konstruksi dan Pengawasannya??

Terbaru46 Dilihat

 

BANTEN – RISETNEWS.COM

Lebak – Proyek pembangunan irigasi di Desa tanjungwangi, Kecamatan Muncang menuai Sorotan publik.

Pembangunan irigasi yang menggunakan dana APBD melalui Dinas PUPR Lebak Bidang SDA, dan dikerjakan oleh CV. Putri kencana dengan anggaran Rp.761.043.700,- tersebut belum lama ini ambrol, sehingga hal itu menjadi perhatian di kalangan masyarakat dan Lembaga setempat yang menduga tidak memperhatikan kontur tanah, spesifikasi bangunan, spesifikasi barang, sehingga kurang berkualitas dan patut di evaluasi.

Menyikapi hal tersebut, Kabid SDA Kab. Lebak H. Dade saat ditemui di kantornya mengatakan,”Kami sudah turun kelapangan untuk mengecek, dan dapat kami Sampaikan bahwa ambrolnya proyek tersebut itu terjadi karena beberapa faktor” ungkapnya, Kamis (2/5/24)

Pertama faktor cuaca saat ini, karena musim hujan, sehingga irigasi tersebut terkena dampaknya, dan untuk kejadian tersebut bukan hanya dialami oleh proyek irigasi itu saja, sebab akhir-akhir ini dampak dari cuaca yang ekstrim banyak kejadian Longsor atau ambruknya bangunan. kedua mungkin karena faktor tanah juga labil. Namun Untuk menyikapi masalah tersebut Kami komunikasi dengan pihak Pelaksana guna untuk diperbaiki karena proyek tersebut masih dalam tahap pengerjaan.” jelasnya.

Lanjut kata H.Dade,” Proyek tersebut masih tahap pembangunan belum selesai, kami selaku dinas SDA sudah menginformasikan dan sudah memberikan instruksi kepada pihak Pelaksana untuk dilakukan Perbaikan, selain itu juga ketika Proyek itu sudah rampung masih ada tahap pemeliharaan. Jadi kita terus memantau Proyek irigasi Tersebut agar dibangun dengan Kualitas yang baik.” tandasnya.

Selanjutnya sampai berita ini Ditayangkan awak media masih Berupaya mengkonfirmasi pihak Pelaksana dan akan diterbitkan Pada berita berikutnya.

Sementara Dari pihak Narasumber
Ardy menyampaikan kepada awak media dirinya menduga,”kurangnya pengawasan dari Dinas SDA, baik pengawasan kerja, kontur tanah, jangan setelah kejadian alam yang disalahkan, sebenarnya kalau kontur tanah diteliti dengan baik, alam pun bisa kita kendalikan, dugaan kuat bahwa proyek pembangunan irigasi
tersebut kurang berkualitas dan asal jadi,” ungkap Ardy.

“Memang Betul Bang itukan pekerjaan baru satu bulan setengah sudah jebol, berarti yang kita pertanyakan kualitas pekerjaan dan pengawasan pembangunan dari beberapa faktor yang semestinya direncanakan dengan matang,” Pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *